Saturday, October 16, 2010

Pagi Hari, Masih (punya) Pagi

Dear World,

Siapa sih yang ga kenal pagi? 
Anak sekolah punya pagi, orang kantor punya pagi, sampe-sampe tukang sampah pun punya pagi. Saya dulu juga sempat punya pagi selama 12 tahun, bahkan lebih. Sayangnya, orang-orang yang punya pagi itu dijamin hidupnya monoton, kecuali dia orang yg over activity atau orang yg kelewat kreatif sampe-sampe ngeliat gelas akua kosong aja dijadiin objekan.

Kenapa orang yang punya pagi itu orang yang monoton? 
Coba aja liat sendiri. Bangun tidur, ngumpulin nyawa, ngopi/nyusu/ngeteh, mandi, berangkat, ~aktivitas~, pulang, rehat, tidur, dan begitu seterusnya pada hari kerja. Saya sempat merasakan hal itu. Menyenangkan sekaligus bosan, tapi entah kenapa itu harus dijalani karena kalo ngga dijalani kayaknya ada yang kurang (pemikiran apaan nih?). YAH! tapi itulah fakta hidup. Semua orang di dunia yang punya pagi pasti melakukan hal itu. Jadi saya gak boleh kaget kalo suatu saat nanti (dalam waktu dekat lebih tepatnya) saya akan punya pagi lagi.

Kenapa saya mengomentari orang yang punya pagi?
Karena saya sempat merasakan tidak punya pagi selama empat tahun. Saya kuliah siang, dan asal Anda tahu, hidup saya lebih berwarna ketika saya tidak punya pagi. Saya hidup layaknya "manusia" bukan robot sistemik yang melakukan hal yang sama tiap hari. Tapi, lagi-lagi itulah fakta, dan yang saya bicarakan tadi adalah faktanya.

Terima kasih kepada para pengunjung blog saya. Semoga kalian yang mengunjungi Blog ini selalu dalam limpahan karunia Tuhan.

No comments:

Post a Comment